Pemdes Sukaharja, Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang Gelar MTQ Tingkat Desa


Tangerang. DUASISINEWS. Pemerintah Desa Sukaharja, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Desa Tahun 2026. Kegiatan digelar di halaman Balai Desa Sukaharja, pada Sabtu pagi ( 13/6/2026 ) dan dibuka langsung oleh Kepala Desa Sukaharja, H Mus Mulyadi. Masyarakat Desa Sukaharja sangat antusias mengikuti MTQ kali ini yang mengusung tema " Melalui MTQ Kita Gali Potensi Minat dan Bakat Wujudkan Generasi Qur’ani yang Cerdas, Unggul dan Berkarakter ”.



Kepala Desa Sukaharja, H Mus Mulyadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan. 


“ MTQ adalah syiar Islam dan sarana mencetak generasi muda yang cinta Al-Qur’an. Kami ingin Sukaharja jadi lumbung qori-qoriah terbaik untuk Kecamatan Sindang Jaya ", tuturnya.



“ Alhamdulillah antusiasme warga luar biasa. Ini bukti warga Sukaharja masih aktif dan giat dengan kegiatan keagamaan, khususnya MTQ ", pungkas H Mus Mulyadi kepada awak media.



Turut hadir dalam acara tersebut Camat Sindang Jaya, Sekdes Sukaharja, Ketua MUI, Ketua LPTQ Kecamatan, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para tokoh agama, para orang tua peserta MTQ dan masyarakat desa Sukaharja.


“ Alhamdulillah antusiasme warga luar biasa. Ini bukti warga Sukaharja masih aktif dan giat dengan kegiatan keagamaan, khususnya MTQ ", pungkasnya.


Aldo 

AWII Minta Kejagung Turun Tangan, Audit Dugaan Keterlibatan Oknum Kejaksaan Dalam Proyek Pemkot Tangsel


Tangerang Selatan. DUASISINEWS. Aliansi Wartawan Independen Indonesia (AWII) berencana melayangkan surat resmi kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia guna meminta pengawasan dan audit terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat kejaksaan dalam sejumlah proyek pemerintah di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.


Langkah tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal AWII, Agus Sapto Utomo, S.Sos., yang menilai perlunya pengawasan dari tingkat pusat untuk memastikan seluruh laporan masyarakat dan dugaan penyimpangan anggaran ditangani secara profesional, transparan, dan bebas dari konflik kepentingan.


Menurut Agus, Kejaksaan Agung perlu melakukan evaluasi terhadap informasi yang berkembang terkait dugaan adanya oknum yang berperan di luar tugas dan fungsi penegakan hukum, termasuk dugaan menjadi pelindung atau tameng bagi kepentingan tertentu dalam pelaksanaan proyek pemerintah daerah.


" Kami akan menyampaikan surat resmi kepada Kejaksaan Agung RI agar dilakukan audit dan pengawasan terhadap dugaan keterlibatan oknum-oknum tertentu dalam proyek pemerintah daerah. Jika terdapat pelanggaran, maka harus ditindak sesuai hukum yang berlaku. Jika tidak ada pelanggaran, maka hal tersebut juga perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat ", ujar Agus Sapto Utomo.


Selain itu, AWII juga meminta perhatian Kejaksaan Agung terhadap sejumlah laporan yang sebelumnya telah disampaikan kepada Kejaksaan Tinggi Banten terkait dugaan penyimpangan pada beberapa organisasi perangkat daerah di Kota Tangerang Selatan.


Beberapa laporan tersebut berkaitan dengan kegiatan pada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta) yang menurut AWII perlu mendapatkan tindak lanjut secara menyeluruh.


AWII menegaskan bahwa surat yang akan disampaikan kepada Kejaksaan Agung bukan bertujuan mengintervensi proses hukum, melainkan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal penggunaan anggaran negara dan menjaga integritas lembaga penegak hukum.


" Kami ingin memastikan bahwa setiap laporan masyarakat diproses secara objektif. Kepercayaan publik terhadap penegakan hukum harus dijaga melalui transparansi dan akuntabilitas," tambahnya.


AWII berharap Kejaksaan Agung RI dapat menindaklanjuti surat tersebut dengan melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap penanganan berbagai laporan yang telah masuk, sehingga tidak menimbulkan keraguan di tengah masyarakat mengenai komitmen pemberantasan korupsi dan penyalahgunaan kewenangan.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebut dalam laporan maupun institusi terkait belum memberikan keterangan resmi atas rencana penyampaian surat tersebut.


Red

Polresta Tangerang Gelar Konferensi Pers, Ungkap Kasus Dugaan Pembunuhan Pedagang Cilok Di Desa Pasir Gadung, Cikupa



Tangerang.  DUASISINEWS. Kasus dugaan pembunuhan seorang pedagang cilok di ungkap saat konferensi pers yang di gelar Polresta Tangerang, Polda Banten, pada Senin ( 8/6/2026 ). Dalam keterangan pers, Kapolresta Tangerang yang di dampingi Kasat Reskrim, Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Cikupa serta Humas Polresta, mengungkap kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pedagang cilok yang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, di sebuah kontrakan di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Kapolresta Tangerang, Kombes Pol. H. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah  menjelaskan, korban berinisial P alias R (33), warga Bangkalan, Jawa Timur, yang ditemukan sudah tak bernyawa.



" Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup di lantai kontrakan dengan kondisi terdapat ceceran darah di sekitar lokasi ", tutur Kombes Pol. M. Indra Waspada SH., SIK., MM.,MSi., di Mapolresta Tangerang, pada Senin (8/6/2026).


" Penemuan mayat korban berawal ketika rekan korban sesama penjual cilok mengetuk pintu kontrakan korban untuk memberitahu bahwa gerobak cilok masih di luar. Saat itu, posisi sudah larut malam. Namun saat mengetuk pintu kontrakan tersebut, tidak kunjung mendapat respon. Kemudian esok harinya, rekan korban tersebut menghubungi pemilik kontrakan. Bersama pemilik kontrakan, pintu yang terkunci dari luar dibuka menggunakan kunci cadangan. Saat pintu dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa ", ucap Kombes Indra Waspada. 



" Petugas Polsek Cikupa yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi, memasang garis polisi, melakukan olah tempat kejadian perkara. Serta mengevakuasi jasad korban ke RSUD Balaraja untuk kepentingan autopsi. Dari hasil identifikasi diketahui korban baru sekitar 10 hari menempati kontrakan tersebut bersama seorang rekan sesama pedagang cilok berinisial MS (17). Hasil autopsi menunjukkan korban mengalami delapan luka akibat senjata tajam dan sejumlah memar pada tubuhnya. Korban diperkirakan telah meninggal sekitar 20 jam sebelum ditemukan ", imbuh Kapolresta.


" Dengan berbekal keterangan saksi dan sejumlah barang bukti, polisi kemudian melakukan penyelidikan intensif. Keberadaan MS yang menghilang setelah penemuan mayat korban menjadi perhatian utama penyidik. Tim gabungan melakukan pengejaran ke sejumlah wilayah, mulai dari Lebak, Sukabumi, Ciamis hingga Kebumen. Hasilnya, pada Jumat, (5/6/2026) sekitar pukul 21.30 WIB, polisi berhasil mengamankan MS di dalam bus jurusan Salatiga yang berada di Terminal Bus Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dalam penangkapan tersebut, kami juga mengamankan seorang pria berinisial BT, berusia 41 tahun, yang diketahui merupakan ayah kandung MS ", ujar  Kombes Indra Waspada. 


" Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban. Adapun motif pembunuhan didasari rasa sakit hati dan dendam yang dipendam tersangka MS terhadap korban. Berdasarkan pengakuan MS, korban disebut kerap mengintimidasi dirinya dan sering meminta uang. Bahkan, sebelum kejadian, korban disebut meminta uang sebesar Rp500 ribu kepada tersangka. Tersangka mengaku merasa tertekan karena sering diintimidasi dan dimintai uang oleh korban ", tambah Kombes Indra Waspada.


" Rasa kesal tersebut kemudian diceritakan kepada BT yang merupakan ayah kandungnya. Keduanya kemudian diduga sepakat melakukan pembunuhan terhadap korban. Polisi mengungkapkan, aksi pembunuhan itu terjadi pada Senin, (1/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB saat korban sedang tertidur. MS diduga membekap wajah korban menggunakan handuk. Sementara BT menyayat leher korban menggunakan pisau cutter. BT juga menghantam kepala korban menggunakan tabung gas elpiji tiga kilogram sebanyak empat kali. Setelah memastikan korban meninggal dunia, kedua tersangka menyeret jasad korban dari ruang depan ke ruang belakang kontrakan. Aksi itu menyebabkan banyak jejak darah ditemukan di lantai rumah kontrakan. Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor, satu tabung gas elpiji 3 kilogram, sebilah pisau cutter, serta beberapa helai pakaian, sepatu dan topi. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 459 dan/atau Pasal 458 KUHP dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara selama 20 tahun.


Kapolresta Tangerang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan. Menurutnya, rasa kesal, jengkel, sakit hati maupun dendam bisa dialami siapa saja. Namun, jangan sampai emosi sesaat mendorong melakukan kekerasan, terlebih sampai menghilangkan nyawa orang lain.


"Setiap persoalan harus diselesaikan secara baik dan sesuai hukum karena tindakan yang dilakukan dalam kondisi emosi sering kali berujung pada penyesalan yang tidak dapat diperbaiki ", pungkas Kombes Pol. Indra Waspada 



( Soleh )

Kampus UNDHI Sukses Gelar Diskusi Publik Menghidupkan Nilai Pancasila


Tangerang. DUASISINEWS. Universitas Dharma Indonesia (UNDHI) sukses menyelenggarakan kegiatan Diskusi Publik Pancasila yang berlangsung di Aula Kampus Lt.1 UNDHI, Sabtu (06/06/2026).


Kegiatan ini dihadiri oleh kalangan unsur akademisi, mahasiswa, pemerintah desa organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan dan ideologi Pancasila.




Mengusung tema “Memahami Kembali Sejarah Perumusan Pancasila Secara Komprehensif dan Refleksi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Perekat Persatuan Bangsa”, forum ini menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk memperdalam pemahaman masyarakat mengenai sejarah lahirnya Pancasila sekaligus relevansinya dalam menghadapi tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara di era modern.


Acara dipandu oleh Suandi, S.H., M.H. selaku moderator yang juga menjabat Direktur LKBH UNDHI dan Dosen Fakultas Hukum UNDHI. Diskusi menghadirkan dua narasumber, yakni Syailul Arif, SHI., M.Hum., Ph.D., Direktur Lembaga Ilmu Pemerintahan, serta Dr. Muhammad Chotib, S.H., M.H., Dekan Fakultas Hukum Universitas Dharma Indonesia serta Rektor Universitas Dharma Indonesia Prof. Dr.Agus Prihartono 


Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga menjadi fondasi moral, etika, dan pedoman kehidupan berbangsa yang harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman yang utuh terhadap sejarah perumusan Pancasila dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi yang berpotensi menggerus nilai-nilai kebangsaan,"ujar Syailul Arif saat memaparkan.


Saat diwawancara selaku moderator seminar sekaligus direktur LKBH kampus Suandi dalam statement di ruangan kepada wartawan, Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan pandangan dari peserta yang menunjukkan tingginya antusiasme terhadap isu-isu kebangsaan. Berbagai perspektif mengenai implementasi nilai Pancasila dalam bidang hukum, pendidikan, pemerintahan, serta kehidupan sosial kemasyarakatan turut menjadi pembahasan utama dalam forum tersebut.


Rektor UNDHI Agus Prihartono dalam keterangannya menyampaikan, apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, dan pihak kampus yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, diskusi publik seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Melalui kegiatan ini, Universitas Dharma Indonesia menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif memperkuat nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, dan karakter generasi muda Indonesia.

“Pancasila harus terus hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan seluruh elemen bangsa sebagai perekat persatuan serta benteng menghadapi berbagai tantangan zaman,” menjadi pesan utama yang mengemuka dalam diskusi tersebut,"tutup Rektor UNDHI.



Sumber : Humas Kegiatan Diskusi Publik Pancasila Universitas Dharma Indonesia (UNDHI)


Red/Tim FMBN 

SDN Taman Cibodas, Periuk, Gelar Tasyakuran Dan Pelepasan Siswa Kelas VI Dengan Penuh Haru


Tangerang. DUASISINEWS. SDN Taman Cibodas, Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang menggelar acara Tasyakuran dan Pelepasan Siswa-siswi Kelas VI Tahun Ajaran 2025/2026 pada Sabtu ( 6/6/2026 ) yang di adakan dihalaman sekolah.



Acara yang berlangsung meriah namun khidmat ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SDN Taman Cibodas, Retno Sutarsih S.Pd., M.Pd, Ketua Komite Sekolah, para guru, staf, wali murid kelas VI dan tamu undangan.



Kepala Sekolah SDN Taman Cibodas menyampaikan rasa bangga dan haru melepas para siswa kelas VI yang telah lulus. 




“ Alhamdulillah kegiatan tasyakuran dapat berjalan dengan baik. Hari ini bukan perpisahan, tapi awal dari perjalanan baru anak-anakku. Jaga nama baik almamater, terus belajar, dan jadilah kebanggaan orang tua,” tutur Kepala Sekolah.


Rangkaian acara diisi dengan penampilan pentas seni dari siswa kelas I hingga V, mulai dari tari tradisional, paduan suara, pembacaan puisi, potong tumpeng dan sungkeman. Puncak acara ditandai dengan prosesi pengalungan medali kelulusan dan penyerahan surat keterangan lulus kepada seluruh siswa kelas VI oleh wali kelas masing-masing.



Momen paling mengharukan terjadi saat acara sungkeman, dengan dipandu oleh seorang guru dengan suara bergetar,  para siswa mengucapkan terima kasih kepada orang tua yang telah sabar membimbing selama enam tahun. Tangis haru pun pecah saat seluruh siswa sungkeman kepada orangtuanya masing-masing.


Ketua panitia pelaksana, Utari,  mengapresiasi kerja keras para orangtua, panitia dan pihak sekolah, baik dalam mendidik anak-anak maupun dalam pelaksanaan kegiatan tasyakuran ini.



" Kegiatan ini murni dari inisiatif para wali murid yang begitu antusias, semangat dan kompak, sehingga acara dapat terlaksana dengan baik, lancar dan sukses. Untuk anggaran biaya, kami dari para wali murid, kompak dan antusias agar acara ini dapat terselenggara, alhamdulilah dengan kekompakan para wali murid, acara tasyakuran dapat berjalan dengan lancar dan sukses ", ujar Utari.


Acara ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara kepala sekolah, siswa, guru, dan orang tua.


Ketua Panitia Pelaksana mengaku terharu dan bangga dan juga mengucapkan terima kasih untuk Kepala Sekolah dan semua guru SDN Taman Cibodas. " Anak saya banyak berubah jadi lebih mandiri dan berprestasi,” ucapnya.


Tasyakuran dan pelepasan ini menjadi bukti komitmen SDN Taman Cibodas dalam tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.



( Aldo/MS )

Kang Hariri ‘BM’79 Apresiasi Kehadiran Anggota DPRD, Kapolsek Sepatan, Tokoh Agama Dan Awak Media Diacara Tasyakuran


Tangerang. DUASISINEWS. Kebahagiaan tengah menyelimuti keluarga besar Hasan Hariri yang akrab di sapa Kang Hariri'BM'79", Kepala Perwakilan ( Kaperwil ) Provinsi Banten media online dan Media Cyber.


​Setelah sukses menyelenggarakan acara Tasyakuran pada Sabtu (30/05/2026) menjelang akad nikah putra pertamanya yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu pekan ini, (Kamis, 4 Juni 2026 di tempat kediaman mempelai wanita Tasikmalaya) keluarga besar Hasan Hariri secara khusus menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.



​" Kami atas nama keluarga besar menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran, perhatian, serta doa restu yang tulus dari seluruh hadirin untuk kelancaran hajat keluarga kami," ujar Kang Hariri'BM'79" yang juga Ketua Tim Cyber Media dan Humas, informasi/Komunikasi Digital DPD Kabupaten Tangerang.



*​Apresiasi Khusus untuk Rekan Juang dan Organisasi*


​Secara emosional, Hasan Hariri juga memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada para kolega, sahabat, serta rekan-rekan yang selama ini berjuang bersama di jalur pergerakan dan organisasi, di antaranya:



*​Keluarga Besar Partai Gerakan Rakyat:* Apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh kawan seperjuangan di partai yang telah menyempatkan waktu dan memberikan dukungan moril yang luar biasa.



*​Keluarga Besar Ormas Pemuda Pancasila (PP):* Ucapan terima kasih atas soliditas dan kekompakan seluruh kader serta pengurus yang hadir dan turut mendoakan kelancaran pernikahan putra pertamanya.



​Do'a untuk Mempelai

​Menutup rilisnya, Kang Hariri'BM'79" berharap doa restu yang telah dialirkan dari berbagai elemen masyarakat, rekan media, kader partai, hingga anggota ormas ini dapat menjadi berkah tersendiri bagi sang putra dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang baru.



​"Kekompakan dan doa dari sahabat, rekan juang Gerakan Rakyat, serta keluarga besar Pemuda Pancasila adalah kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Semoga kebaikan Anda semua dibalas oleh Tuhan Yang Maha Esa," pungkasnya.


Ucapan terima kasih pun Kang Hariri'BM'79" menyampaikan kepada para tokoh, Kasepuhan dan Seluruh Undangan yang hadir, diantaranya:

1. KH.Ahmad Sholahuddin.S.Ag Pimpinan Ponpes AL-Mansyuriyah Sepatan

2. Ratu Pantura Anggota DPRD Kabupaten Tangerang-Banten Fraksi Demokrat 

3. AKP Fahyani SH., Kapolsek Sepatan 

4. Andry Adriansyah Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Tangerang beserta Ketua DPC Se-Kabupaten Tangerang 

5. Hj.Ine Susilawati.A.Md., Kep.SKM beserta staf,Surnata Gelek,  Ketua Ketua Kang taruna, LPM Jr Samsudin, Ketua RW 02 Akhmad Sopian, Ketua RW 03 Yuyu Zulkarnain, Ketua RT se-Kelurahan Bunder, Tokoh Agama, Tokoh Masyakarat setempat, Ormas PP Bunder, Ormas BPPKB Bunder juga warga Kelurahan Bunder.

6. Edi, HRD PT.Baja Delta Masa, HRD PT Arion Tech Indonesia beserta staf, Karyawan/ti, Iwan HRD PT RGS, Bos Futanlux (Henry) diwakilkan stafnya, Dedi S Pimpinan Bank Banten KCP Ciledug beserta stafnya, Ketua Ujang Efendy /Uje GWI DPD Kabupaten Tangerang, Jumadil Qubro Pimpinan Media InfoPlus9 (wakil Ketua Cyber Media dan Humas DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Tangerang, Thohirudin SH.MH., pimpinan Media Patriotnews.com, (PPN.COM), Abah H.Dedi Media Buser Bhayangkara News, M. Soleh Wakil Ketua Forum Media Banten Ngahiji (FMBN), Abah Solehudin Rais Bendum FMBN (Mewakili Ketua Budi Irawan.SH., FMBN beserta Jajaran, beberapa Awak Media yang hadir, Lurah Dodi Kades Lontar, Firman Intel Kodim, Darsim intel Kodim dan Ustadz Muhammad Said Pimpinan Majelis Ta'lim At-tadkir Rajeg beserta jamaahnya.



Saya atas nama Keluarga Besar, mengucapkan terimakasih atas kehadiran, untuk doa restunya, apabila ada yang tidak tercantum nama-nama yang hadir di acara Tasyakuran Pernikahan Putra saya yang pertama, sekali lagi saya mohon beribu-ribu maaf dan banyak terimakasih atas kehadirannya.


"Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah Bapak/ibu berikan, atas doa doa terbaik kepada keluarga kami," tutup Hasan Hariri.


Red

Pembubaran Pokja Wartawan Curug Jadi Sorotan, Anggota Lepas Tanggung Jawab Organisasi


Tangerang. DUASISINEWS. Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Curug yang baru berdiri beberapa bulan terakhir dikabarkan resmi dibubarkan pada Sabtu, 30 Mei 2026. Pembubaran tersebut disampaikan oleh sejumlah anggota yang menilai selama perjalanan organisasi tidak terdapat transparansi dalam pengelolaan maupun pelaksanaan kegiatan.


Menurut keterangan yang disampaikan oleh anggota, sejak awal pembentukan Pokja Wartawan Curug, struktur kepengurusan dinilai belum terbentuk secara jelas dan belum melalui mekanisme yang disepakati bersama. Penunjukan ketua disebut dilakukan secara pribadi tanpa adanya proses musyawarah yang melibatkan seluruh anggota.


Selain itu, sejumlah anggota juga menyoroti kurangnya keterbukaan terkait berbagai kegiatan dan program yang dijalankan selama Pokja berlangsung. Kondisi tersebut akhirnya memunculkan ketidakpuasan hingga berujung pada keputusan pembubaran organisasi.


" Dengan perjalanan Pokja selama ini, kami menilai tidak ada transparansi terhadap anggota sehingga menimbulkan berbagai persoalan internal," ungkap salah satu anggota.


Dengan dibubarkannya Pokja Wartawan Curug, para anggota berharap informasi ini dapat diketahui oleh berbagai pihak terkait, mulai dari instansi pemerintah, anggota legislatif, kecamatan, kelurahan, hingga pihak pengembang yang berada di wilayah Kecamatan Curug.


Para anggota juga menegaskan bahwa sejak dibubarkannya Pokja Wartawan Curug, seluruh bentuk pengajuan bantuan maupun proposal yang sebelumnya mengatasnamakan organisasi tersebut bukan lagi menjadi tanggung jawab para anggota.


"Kami menyampaikan kepada seluruh pihak bahwa Pokja Wartawan Curug sudah tidak lagi aktif dan tidak memiliki kepengurusan yang berjalan. Oleh karena itu, segala bentuk permohonan bantuan atau proposal yang mengatasnamakan Pokja Wartawan Curug di luar keputusan bersama bukan menjadi tanggung jawab kami," tegasnya.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang sebelumnya menjabat atau mengatasnamakan pengurus Pokja Wartawan Curug terkait pembubaran organisasi tersebut. Agar lebih berimbang dan sesuai kaidah jurnalistik, sebaiknya dimuat juga tanggapan atau hak jawab dari pihak yang sebelumnya menjabat sebagai ketua atau pengurus Pokja Wartawan Curug.


S  Yacob